Anggota DPRD Muara Enim Mardalena Dipanggil KPK

publicanews - berita politik & hukumBupati Muara Enim Ahmad Yani mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 3 September 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Mardalena dipanggil KPK dalam penyidikan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR. Kasus ini menjerat Bupati Ahmad Yani dan Plt Kepala Dinas PUPR Ramlan Suryadi (RS).

"Yang bersangkutan diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RS," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/5).

Selain kedua pejabat, Kabid Pembangunan Jalan dan PPK pada Dinas PUPR Elfin Muhtar juga menjadi tersangka penerima suap. Adapun tersangka penyuapnya adalah pemilik PT Enra Sari Robi Okta Fahlefi.

Bupati Nonaktif Muara Enim Ahmad Yani Divonis 5 Tahun

Para tersangka diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Palembang dan Muara Enim pada 2 September 2019.

Yani melalui Elfin Muhtar diduga menerima 35 ribu dolar AS dari Robi Okta Fahlefi, yang sudah divonis 3 tahun. Suap ini merupakan commitment fee 10 persen dari nilai setiap proyek yang digarap PT Enra Sari. Perusahaan milik Robi itu mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai total Rp 130 miliar.

Ahmad Yani sendiri telah di vonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Hakim juga mewajibkan Yani membayar uang pengganti Rp 2,1 miliar subsider 8 bulan penjara. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top