ICW Sebut Kehadiran Harun Dapat Menjawab Dua Pertanyaan Penting Ini

publicanews - berita politik & hukumKurnia Ramadhana. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut KPK tidak bernyali untuk menangkap politikus PDIP Harun Masiku. Pasalnya, buron kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) di KPU itu sudah tiga bulan buron.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dengan satir menyebut bahwa KPK tengah memasuki era normal baru. Hal ini disebabkan oleh struktur pimpinan KPK yang kerap menghasilkan kontroversi sampai pada perubahan regulasi yang merusak sistem kelembagaan KPK sendiri.

"Maka dari itu, keberadaan Harun Masiku yang sampai hari ini terlihat enggan untuk ditangkap oleh KPK sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Sebab, memang sedari awal pimpinan KPK takut untuk meringkus yang bersangkutan," ujar Kurnia saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).

Padahal, menurutnya, Harun menjadi aktor kunci untuk membuka kotak pandora kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kurnia menambahkan, kehadiran Harun dapat menjawab dua pertanyaan penting.

"Misalnya pertama, apakah ada aktor yang berasal dari struktur petinggi partai politik yang terlibat? Kedua apakah uang yang diberikan ke Komisioner KPU murni uang pribadi atau ada sponsor dari organisasi tertentu?" ujar Kurnia.

Pada 6 Januari 2020 Harun disebut pergi ke Singapura. Saat OTT terhadap Wahyu Setiawan, 8 Januari, Harun gagal ditangkap. Semula Imigrasi mengatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Belakangan Kemenkum HAM meralat, politikus PDIP itu sudah kembali ke Tanah Air pada 7 januari 2020.

KPK mengatakan salah satu kesulitan melacak keberadaan Harun karena ia tidak menggunakan ponsel selama persembunyiannya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top