TP4D

KPK Banding Atas Vonis Jaksa Penerima Suap Proyek Yogyakarta

publicanews - berita politik & hukumJaksa Satriawan saat masih menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, pada Oktober 2019. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Jaksa Kejari Solo Satriawan Sulaksono divonis lebih ringan dibanding koleganya dari Kejari Yogyakarta Eka Safitra. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta menghukumnya 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta.

Dalam sidang kasus suap rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) atau drainase Jalan Soepomo, Yogyakarta, itu hakim menghukum Eka Safitra 4 tahun dan denda Rp 200 juta.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri mengutip amar putusan majelis hakim, Rabu (20/5).

Jaksa KPK dalam dakwaannya menyatakan Satriawan bersama Eka Safitra menerima suap Rp 221 juta dari pengusaha Gabriella Yuan Anna Kusuma.

Uang suap dimaksudkan agar Eka dan Satriawan mengupayakan perusahaan Gabriella, yakni PT Widoro Kandang, menang dalam lelang pekerjaan SAH.

Atas vonis tersebut Jaksa KPK menyatakan banding dengan alasan belum memenuhi rasa keadilan masyarakat serta adanya perbedaan pasal.

"Pada tuntutan jaksa dakwaan pertama Pasal 12 a UU Tipikor, sedangkan putusan dakwaan kedua Pasal 11 UU Tipikor," ujar Ali. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top