Eks Dirut Perindo Risyanto Suanda Dituntut 5 Tahun Penjara

publicanews - berita politik & hukumEks Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider empat bulan kurungan. Jaksa meyakini Risyanto menerima suap dalam persetujuan impor hasil perikanan di Perum Perindo.

"Menuntut supaya Majelis Hakim memutuskan, satu, menyatakan terdakwa Risyanto Suanda terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri mengutip surat tuntutan JPU KPK yang dibacakan dalam sidang via telekonferensi, Rabu (20/5).

Jaksa juga menuntut hukuman pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp 1.244.799.300 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Namun, kewajiban membayar uang pengganti tetap memperhitungkan uang Rp 200 juta yang telah disetor ke KPK beserta sejumlah harta yang telah dilelang.

Penyidik KPK Panggil Dua Saksi untuk Tersangka Dirut Perindo Risyanto Suanda

Adapun harta yang telah dilelang berupa dua buah tas merek Louis Vuitton, satu buah cincin, dan satu buah jam tangan merek Frederique Constant Geneve.

Bila dalam waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Apabila harta yang dimiliki Risyanto tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa dikenai pidana tambahan penjara selama dua tahun.

Risyanto sudah mengembalikan sebagian gratifikasi yang ia terima. Ia juga mengakui menerima uang dari sejumlah pihak, yakni 30 ribu dolar AS dari Richard Alexander Anthony, 30 ribu dolar Singapura dari Desmond Previn, 50 ribu dolar Singapura dari Juniusco Cuaca, dan Mujib Mustofa sebesar 30 ribu dolar AS. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top