Mafia Kasus

KPK Konfirmasi Aset Nurhadi pada Pimpinan KJPP Hari Utomo

publicanews - berita politik & hukumPlt Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan terhadap pimpinan KJPP Hari Utomo dan Rekan, Hari Utomo, pada Selasa (19/5), untuk menelisik aset milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrahman.

Nurhadi merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di MA 2011-2016.

"Penyidik menelusuri kepemilikan asset-aset milik tersangka NHD melalui pengetahuan saksi," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5) dinihari.

Sementara dua saksi lainnya, yakni swasta Eviy Olivia dan Yoga Dwi Hartiar, tidak memenuhi panggilan tanpa keterangan.

Dalam perkara ini, KPK menduga Nurhadi menerima suap dan gratifikasi dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Duit ia terima melalui menantunya Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan Rezky disangkakan menerima total Rp 46 miliar. Suap tersebut untuk mengurus dua perkara perdata di MA. Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Ketiga tersangka kompak buron dan hingga saat ini KPK belum bisa membekuk mereka. Informasi mengenai keberadaan Nurhadi cs beserta data aset telah disampaikan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top