Eks Dirut PT DI Telah Tersangka? KPK Masih Enggan Buka-bukaan

publicanews - berita politik & hukumPT Dirgantara Indonesia. (Foto: Dok. PT Dirgantara Indonesia)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia berinisial BS dan Kepala Divisi Penjualan IRZ dikabarkan telah ditetapkan tersangka. Namun Plt Jubir KPK Ali Fikri belum bisa mengonfirmasi kabar tersebut.

Hal ini sesuai kebijakan pimpinan KPK Jilid V yang tidak akan mengumumkan status tersangka sebelum menangkapnya. Cara ini untuk mencegah tersangka melarikan diri.

"Kami belum dapat mengumumkan detail kasus dan tersangka dalam kasus tersebut saat ini, sesuai dengan kebijakan baru yang ditetapkan oleh pimpinan KPK," ujar Ali saat dikonfirmasi, Senin (18/5).

Ali hanya menyatakan KPK tengah melakukan pengumpulan alat bukti dalam kasus di perusahaan pelat merah tersebut. Setelah perkara terang, KPK akan menetapkan tersangka.

"Berikutnya KPK pasti akan menyampaikannya kepada rekan-rekan wartawan perihal perkara apa, alat buktinya apa saja, dan siapa tersangkanya," Ali menjelaskan.

Ia pun meminta agar penyidik diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Dari informasi yang dihimpun, kedua orang tersebut diduga melakukan korupsi penjualan dan pemasaran pesawat pada PT. Dirgantara Indonesia dalam kurun 2007-2017.

Modusnya, diduga dalam setiap penjualan pesawat mereka membayarkan fee kepada pihak ketiga. Namun duit tersebut kembali mengalir ke sejumlah direksi PT DI dan pejabat kementerian yang berperan sebagai pihak pemesan pesawat.

Pada 2016 lalu, Federasi Serikat Pekerja BUMN pernah melaporkan ke KPK adanya dugaan korupsi. Menurut Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja BUMN Prakoso Wibowo, ada dugaan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp 8 miliar dari 24 kasus yang dilaporkan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top