Nurhadi Tukarkan Dolar, KPK Telisik Uang Suap Rp 46 Miliar

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurrahman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali menyampaikan pernyataan standar, akan mastikan informasi buron Nurhadi beberapa kali melakukan penukaran uang di money changer. Pelaksana tugas Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, temuan yang disampaikan oleh Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) tersebut akan ditindaklanjuti.

"Segala informasi dari masyarakat perihal keberadaan para DPO, tak terkecuali yang disampaikan oleh MAKI tersebut, KPK akan menindaklanjuti dan menelusuri lebih jauh," ujar Ali kepada Publicanews melalui WhatsApp, Sabtu (9/5).

Ali menjelaskan disamping mencari buron kasus mafia peradilan itu, KPK juga tengah menyelesaikan berkas kasus suap dan gratifikasi yang disangkakan kepada eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA).

"Saat ini penyidik fokus pada pengumpulan bukti-bukti perihal penggunaan uang yang diduga diterima oleh tersangka NH dan RH yang berasal dari HS selaku tersangka pemberi suap dan atau gratifikasi," Ali menjelaskan.

KPK menduga Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono menerima suap dan gratifikasi total Rp 46 miliar. Uang mereka terima dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, sengketa MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Dalam proses penyidikan perkara, ketiga tersangka gagal dua kali dalam pengajuan gugatan praperadilan terhadap KPK. Ketiganya pun kerap mangkir saat dipanggil dan telah dinyatakan buron. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top