Direktur PT Adi Purayasa Abadi Dipanggil untuk Kasus Tambang di Konawe

publicanews - berita politik & hukumAswad Sulaiman. (Foto: Zona sultra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua hari terakhir KPK gencar menyelesaikan kasus dugaan korupsi penerbitan izin usaha pertambangan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kemarin penyidik memanggil saksi dari PT Dua Delapan Resources, hari ini giliran Direktur PT Adi Purayasa Abadi Erwin Budisantosa.

Sedianya Adi diperiksa untuk tersangka Bupati Konawe Utara periode 2007-2009 dan 2011-2016 Aswad Sulaiman (ASW).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka ASW," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/4).

Sementara saksi lainnya yakni wiraswasta dari PT Harita Group Said Azis juga turut dipanggil untuk berkas tersangka Aswad.

Selama menjabat bupati dua periode, KPK menduga Arif menerbitkan tak kurang 30 surat izin eksplorasi pertambangan kepada 8 perusahaan. Penyidik menduga Aswad menerima suap Rp 13 miliar. Adapun kerugian negara mencapai Rp 2,7 triliun.

Aswad, yang sebelumnya Pjs Bupati Konawe Utara (2008-2009), telah secara sepihak memcabut izin yang sebelumnya dikerjakan oleh perusahaan pelat merah PT Aneka Tambang (Antam).

KPK memeriksa perdana Aswad selama lima jam pada 17 Oktober 2018. Namun ia tidak ditahan.

Aswad dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top