Praperadilan Jiwasraya Digelar, MAKI Duga Ada Tersangka Menyumbang Pilpres 2019

publicanews - berita politik & hukumBoyamin Saiman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang praperadilan yang diajukan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) kepada Jaksa Agung dan Komisi III DPR mengenai kasus Jiwasraya digelar pada Senin (6/4) pukul 11.00 WIB.

Diketahui gugatan tersebut terdaftar dengan nomor 15/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel tertanggal 6 Februari 2020.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, ia mengajukan praperadilan karena Kejaksaan Agung belum tuntas melakukan proses kasus tindak pidana pencucian uang terhadap para tersangka korupsi Jiwasraya.

"Komisi III DPR juga ikut digugat karena Panja Jiwasraya terlalu lembek dan lamban dalam mengawal kinerja Kejagung dalam menangani dugaan tindak pidana pencucian uang korupsi Jiwasraya," ujar Boyamin melalui rilisnya yang diterima Publicanews, Senin (6/4).

Boyamin mengingatkan sidang sudah tertunda dua kali karena tergugat tidak hadir. Sidang hari ini merupakan sidang ketiga dan menurut Boyamin, jika lawan tidak hadir maka gugatan praperadilan tetap dibacakan tanpa kehadiran pihak lawan.

"Dalam pembacaan gugatan nanti akan ada hal baru bahwa terdapat dugaan tersangka perkara korupsi Jiwasraya menyumbang kampanye Pilpres 2019, namun penyidik Kejagung belum menelusurinya," Boyamin menjelaskan.

Sejauh ini Kejagung sudah menetapkan enam orang tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.

Kemudian mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top