Cegah Penyebaran Corona, Sidang Melalui Video Conference

publicanews - berita politik & hukumPelaksana tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19), sidang digelar menggunakan video conference.

Langkah tersebut, Nugroho menambahkan, harus dilakukan setiap hari. Hal itu ditempuh karena jumlah tahanan yang mengikuti sidang cukup banyak dan berpotensi tinggi membawa virus dari luar ke dalam lapas.

“Tahanan itu sangat rentan tertular virus corona. Bayangkan saja jika satu membawa dari luar, kemudian masuk ke dalam lapas/rutan yang saat ini masih overcrowded. Bisa jadi tahanan tersebut sehat, tetapi ternyata menjadi carrier dan menulari tahanan lainnya," ujar Nugroho dalam rilisnya, Selasa (31/3).

Ditjen PAS melibatkan sejumlah institusi hukum lain dalam pelaksanaannya, seperti Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, dan Polri.

Saat ini sidang melalui konferensi video telah terselenggara di hampir seluruh wilayah Indonesia. Nugroho mengatakan, tahanan yang mengikuti metode ini merupakan tahanan yang perpanjangan penahanannya sudah tidak dimungkinkan.

Tahanan akan tetap berada di dalam lapas/rutan, sementara jaksa berada di kantornya, dan hakim di pengadilan atau menyesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Masyarakat juga dapat mengikuti jalannya persidangan selama sidang tersebut terbuka untuk umum.

“Ini akan berlangsung selama masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona. Ini tidak hanya melindungi penghuni lapas/rutan saja, tetapi juga masyarakat luas sekaligus menjamin kepastian hukum,” Nugroho menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top