Sidang Kasus Walkot Medan Ditunda Karena Saksi ODP

publicanews - berita politik & hukumTerdakwa Dzulmi Eldin berbincang dengan jaksa KPK sebelum meninggalkan ruang sidang PN Medan, Kamis (26/3). (Foto: waspada.id)
PUBLICANEWS, Medan - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menunda sidang perkara suap dengan terdakwa Walikota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin.

Ketua Majelis Hakim Abdul Aziz mengatakan, salah satu saksi ternyata berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Saksi tengah mengisolasi diri di rumah.

"Ada 8 atau 9 saksi yang kami rencanakan hadir hari ini," kata Aziz setelah membuka sidang di PN Medan, Sumatera Utara, Kamis (26/3).

Kabar saksi berstatus ODP itu diketahui setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Siswandono menginformasikan kondisi kesehatan saksi. "Semuanya menjalani masa karantina (isolasi) mandiri karena ODP Covid-19," ujarnya.

Hakim Aziz kemudian memutuskan sidang ditunda hingga 6 April 2020. Ia juga menawarkan sidang dilakukan dengan telekonferensi. Terdakwa tetap di rutan, saksi di tempatnya masing-masing, sedangkan majelis hakim, jaksa dan pengacara di PN Medan.

"Apakah kita bisa sidang 6 April di sini nanti, kita lihat situasinya seperti apa? Semoga wabah virus Corona segera berakhir, dan kita semua dalam keadaan sehat," ia menjelaskan.

Menurut penasihat hukum Dzulmi Eldin, Junaidi Matondang, proses hukum kliennya bisa cepat selesai namun ia juga menyerahkan sepenuhnya majelis hakim.

"Kami sebenarnya ingin sidang ini berjalan, tapi situasi virus Corona ini membuat kita bertaruh nyawa. Serba salah," kata Junaidi.

Dalam kasus jual beli jabatan ini Dzulmi Eldin didakwa menerima suap dari para pejabat Pemkot Medan dengan total Rp 2,1 miliar. Pemberian uang melalui Samsul Fitri.

Kasus ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Dzulmi, Kadis PU Kota Medan Isa Ansyari, dan Samsul Fitri, pada Oktober 2019. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top