Mafia Kasus

KPK Kembali Kabarkan Buru Nurhadi cs, Meski Ada Corona

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurrahman. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK kembali mengabarkan terus melakukan pencarian terhadap buron mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrahman. Turut diburu dua tersangka lainnya dalam kasus dugaan pengaturan penanganan kasus di MA. Keduanya adalah menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Direktur Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

Plt Juru Bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, KPK terus memburu ketiganya meski saat ini tengah terjadi wabah Covid-19.

"Info temen-temen di lapangan, masih terus dilakukan (pengejaran). Tentu dengan penyesuaian dan tetap waspada terhadap penyebaran wabah Corona, misal dengan memakai alat pelindung diri dan lain-lain," ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (23/3).

KPK, Ali menambahkan, mengimbau ketiga buron untuk segera menyerahkan diri. Terlebih gugatan praperadilan mereka telah dua kali ditolak oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"KPK menghimbau agar menyerahkan diri ke KPK dan silakan hadapi prosesnya. Lakukan pembelaan secara profesional," Ali menegaskan.

Gugatan Praperadilan Jilid 2 Nurhadi Kembali Ditolak

KPK menduga Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi dari Hiendra total Rp 46 miliar. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA sepanjang 2011-2016.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top