Suap Proyek Jalan

Eks Anggota DPRD Bengkalis Indra Gunawan Diperiksa untuk Kasus Bupati

publicanews - berita politik & hukumBupati nonaktif Bengkalis Amril Mukminin. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis 2009—2014 Indra Gunawan Eet dipanggil KPK. Ia dimintai keterangan sebagai saksi penyidikan kasus korupsi dalam proyek multi years pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri di Kabupaten Bangkalis, Riau.

Indra diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin (AMU).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMU (Bupati nonaktif Bengkalis Amril Mukminin)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/3).

Politikus Partai Golkar itu sudah memenuhi panggilan KPK. Selain Indra, penyidik juga memanggil tujuh saksi lainnya. Namun pemeriksaan terhadap tujuh orang tersebut dilaksanakan di Kantor Brimob Polda Riau, Pekanbaru.

Ketujuh saksi yang dipanggil yakni Direktur CV Inayah Putri Perkasa Jufren, Direktur CV Mitra Mahaga Nursita Nainggolan, pemilik/Direktur PT Nikma Ismarta Kismareud Nikmatul Akbar, dan Direktur PT Raja Tawar Mula Jadi Kaharudin.

Selanjutnya, Direktur Utama PT Yanmarindo Perkasa Handi Baseri, Direktur Utama PT Jaya Glassindo Abadi Dedy Haryadi, dan Staff Teknis CV Maulana Creasindo Tama Awang.

Penetapan tersangka Amril merupakan pengembangan perkara yang menjerat Sekretaris Daerah Dumai Muhammad Nasir. Proyeknya adalah peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

Tersangka lainnya adalah Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Keduanya telah menjalani persidangan.

Selain proyek tersebut, Amril juga diduga bermain dalam proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Dalam kasus ini ada tersangka lain, yakni Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN.

Sementara pada perkara kedua, KPK menetapkan Bupati Bengkalis 2016-2021 itu sebagai tersangka dugaan menerima suap atau gratifikasi proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Amril diduga menerima Rp 2,5 miliar sebelum menjabat sebagai Bupati. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari PT CGA sebesar Rp 3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diterima Amril dalam rentang Juni dan Juli 2017.

Jadi, total uang yang diterima Amril adalah Rp 5,6 miliar. Proyek Jalan Duri-Sei Pakning adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp 537,33 miliar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top