Mafia Kasus

KPK Konfirmasi Dokumen yang Disita dari Tiga Saksi Ini

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurrahman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan pemeriksaan terhadap tiga saksi kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) untuk mendalami sejumlah barang bukti.

Tiga orang saksi tersebut adalah notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Devi Chrisnawati serta wiraswasta Supriyo Waskito Adi dan Sefrina Devi Pranoto.

"Penyidik mengonfirmasi adanya sejumlah dokumen yang disita dari para saksi terkait dengan dugaan adanya pemberian uang oleh tersangka Hiendra kepada pihak-pihak lain, diantaranya tersangka Nurhadi dan kawan-kawan," kata Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/3).

Dalam perkara ini KPK menetapkan tiga tersangka, yakni eks Sekretaris MA Nurhadi Abdurrahman, menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MTI Hiendra Soenjoto.

KPK menduga Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi total Rp 46 miliar. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Ketiganya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top