Gugatan Praperadilan Jilid 2 Nurhadi Kembali Ditolak

publicanews - berita politik & hukumNurhadi Abdurrahman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gugatan praperadilan eks Sekretaris MA Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto kembali ditolak. Hakim tunggal Hariyadi menyatakan bahwa permohonan Nurhadi cs yang diwakili oleh kuasa hukum Maqdir Ismail tidak diterima.

"Mengadili, dalam pokok perkara, menyatakan permohonan praperadilan pemohon I (Nurhadi), pemohon II (Rezky), dan pemohon III (Hiendra) tidak dapat diterima," kata Hariyadi dalam amar putusannya di PN Jaksel, Senin (16/3)

Hakim juga mengabulkan eksepsi termohon (KPK) bahwa penetapan status tersangka Nurhadi dkk sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam gugatan praperadilan kedua ini Nurhadi cs menyoal keabsahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Pada praperadilan yang telah ditolak hakim pada 21 Januari lalu, Nurhadi dkk menggugat penetapan mereka sebagai tersangka.

KPK menduga Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA tahun 2011-2016. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

KPK menjerat Nurhadi dan Rezky dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top