Digugat Belum Cukup Umur, Nurul Ghufron Santai

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Nurul Ghufron. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menanggapi santai rencana Indonesia Corruption Watch (ICW) menggugat keabsahan pengangkatannya sebagai Komisioner. ICW menilai pria kelahiran Sumenep, Madura, itu belum cukup umur.

"Alhamdulillah, puji tuhan, ini indikator kesadaran warga negara Indonesia sudah tinggi bahwa setiap warga yang dalam pandangannya merasa ada yang salah kemudian mengajukan masalahnya ke hadapan hukum," ujar Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

ICW menilai pelantikan Ghufron bertentangan dengan UU KPK hasil revisi. Oleh karena itu ICW akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Ghufron mengatakan, langkah ICW membanggakan dan ia menghormatinya. "Memberikan pelajaran dan tauladan bagi rakyat Indonesia bahwa lawan dalam hukum adalah sahabat dalam mencari kebenaran," Ghufron menandaskan.

Senin (9/3), peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan pengangkatan Nurul Ghufron dilakukan berdasarkan Keppres Nomor 129/P Tahun 2019. Kurnia menilaiĀ Keppres tersebut bertentangan dengan UU Nomor 19 Tahun 2019 hasil revisi.

DalamĀ Pasal 29 Huruf (e) UU KPK disebutkan minimal umur pimpinan KPK adalah 50 tahun. Sedangkan Ghufron kelahiran Sumenep pada 22 September 1974, ia berumur 45 tahun 3 bulan saat dilantik pada 20 Desember 2019.

"Yang bersangkutan harusnya tidak bisa dilantik tapi tetap dipaksakan oleh presiden," ujar Kurnia di Kantor ICW.

Bila ada argumen yang menyebut bahwa pelantikan Nurul adalah karena UU hasil revisi tidak berlaku surut, menurut Kurnia hal itu juga tidak dapat dibenarkan.

Pasalnya, UU KPK sendiri sudah berlaku 17 Oktober 2019. Sedangkan pelantikan pimpinan KPK, termasuk Nurul Ghufron, digelar pada 20 Desember 2019. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top