Suap Komisioner KPU

Terkendala Banjir, Pemeriksaan Ketua KPU Dijadwal Ulang

publicanews - berita politik & hukumKetua KPU Arief Budiman. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPU Arief Budiman dan komisioner Evi Novida Ginting Manik urung diperiksa KPK. Keduanya tidak bisa datang sebagai saksi kasus dugaan korupsi pergantian antarwaktu anggota (PAW) DPR karena terkendala banjir.

"Karena ada kendala teknis banjir tadi pagi maka sesuai kesepakatan antara penyidik dan para saksi, pemeriksaan akan dijadwal ulang," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui pesan tertulisnya, Selasa (25/2).

Dua saksi lainnya, yakni anggota DPR Fraksi PDIP Riezky Aprilia dan advokat PDIP Donny Tri Istiqomah, juga meminta penjadwalan ulang.

"Semua saksi-saksi kasus PAW, sepakat dengan penyidik atur jadwal ulang," Ali menambahkan.

Kasus suap yang terungkap melalui OTT ini bermula ketika caleg PDIP Harun Masiku direncanakan DPP PDIP menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 di DPR.

Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu disebutkan, bila anggota DPR meninggal dunia, digantikan oleh caleg dari partai politik yang sama yang memperoleh suara terbanyak di bawahnya.

Caleg PDIP dengan suara terbanyak di bawah Nazarudin adalah Riezky Aprilia. Namun pengurus DPP PDIP mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan pada 19 Juli 2019. MA menetapkan partai adalah penentu suara.

Namun KPU melalui rapat pleno pada 7 Januari 2020 menetapkan Riezky sebagai pengganti Nazarudin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top