Mafia Kasus

Besok Sidang Praperadilan Jilid II Nurhadi

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sidang praperadilan kedua yang diajukan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrahman bersama dua orang lainnya akan mulai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (24/2) besok. Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA.

Juru Bicara KPK Ali Fikri ketika dikonfirmasi membenarkan komisi antirasuah telah menerima panggilan untuk sidang jilid 2 tersebut.

"Benar, besok 24 Februari sidang perdana. KPK sudah menerima surat panggilan tersebut," ujar Ali Fikri, Minggu (23/2) malam.

Dalam praperadilan kedua ini Nurhadi cs menyoal keabsahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Pada praperadilan yang telah ditolak hakim PN Jakarta, 21 Januari lalu, Nurhadi dkk menggugat penetapan mereka sebagai tersangka.

KPK menduga Nurhadi dan Rezky menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA tahun 2011-2016. Suap tersebut mereka terima untuk mengurus dua perkara perdata di MA.

Pertama, melibatkan MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian perkara perdata sengketa saham MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Adapun gratifikasi, Nurhadi melalui sang menantu dalam periode Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima uang total Rp 12,9 miliar. Uang untuk penanganan sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top