Boyamin Serahkan Hadiah Dua iPhone dan Data Aset Nurhadi ke KPK

publicanews - berita politik & hukumBoyamin Saiman menunjukkan dua unit iPhone 11 untuk hadiah sayembara menangkap Nurhadi dan Harun Masiku, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/2) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyerahkan dua unit telepon genggam iPhone 11 ke KPK. Ponsel tersebut akan menjadi hadiah sayembara bagi mereka yang bisa memberikan informasi keberadaan buron Nurhadi Abdurrahman dan Harun Masiku.

Saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/2) siang, Boyamin mengatakan kedatangannya juga untuk menyerahkan data aset Nurhadi, eks Sekretaris MA.

"Jadi hari ini kami dari MAKI akan menyerahkan dua hal. Pertama data aset yang diduga milik Nurhadi atau menantunya Rezky Herbiyono. Kedua adalah hadiah HP yang kita sayembarakan mulai Ahad kemarin, yang satu untuk Nurhadi, yang satu untuk Harun Masiku," ujar Boyamin.

Boyamin menjelaskan, setelah ia membuat sayembara banyak orang memberikan info kepadanya. Salah satunya soal data aset milik Nurhadi yang diduga merupakan hasil pencucian uang.

Aset-aset itu, kata Boyamin, terdiri dari rumah di kawasan Jalan Hang Lekir dan Patal Senayan di Jakarta Selatan. Kemudian villa di Gadog, Kabupaten Bogor; bisnis dealer mobil; hingga apartemen di SCBD, Jakarta Selatan.

"Saya saring-saring ada satu yang cukup Valid ada foto villanya, rumahnya yang Patal Senayan, juga pernah melihat ada mobil Ferrari Mustang dan motor gede lawas di basement vila di Gadog," kata Boyamin.

Menurut Boyamin, data aset tersebut cukup valid karena menyertakan keterangan nama pemborong yang selama ini merenovasi dan membangun rumah. "Rumah, termasuk apartemen, baik yang di Heng Lekir, Patal Senayan maupun apartemen-apartemennya ini namanya lengkap. Inisialnya BS, ada nomor HP-nya, alamat rumahnya," Boyamin menambahkan.

Data-data tersebut akan ia serahkan pada KPK agar bisa ditindaklanjuti. "Nah ini maksudnya, sudahlah kita serahkan KPK saja untuk melacak itu," ujar Boyamin.

Salah satu informan yang tidak mau disebutkan jati dirinya itu menghubungi Boyamin melalui WhatsApp. "Melaporkan vila, foto rumah Patal Senayan dan nomor pemborongannya. Itu intens," kata Boyamin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top