KPK Firli Hentikan 36 Kasus, Tapi Belum Pernah OTT

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Firi Bahuri. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri menegaskan, penghentian 36 perkara dugaan korupsi dalam tahap penyelidikan merupakan salah satu upaya kepastian hukum.

"Tujuan hukum harus terwujud, kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Tidak boleh perkara digantung-gantung untuk menakut-nakuti pencari kepastian hukum dan keadilan," kata Firli dalam pesan singkatnya, Jumat (21/2).

Menurutnya, sebuah perkara dihentikan karena tidak ada tindak pidana atau alat bukti yang cukup untuk ditingkatkan ke tahap  penyidikan. 

"Kalau bukan tindak pidana, masa iya tidak dihentikan. Justru kalau tidak dihentikan maka bisa disalahgunakan untuk pemerasan dan kepentingan lainnya," Firli menjelaskan.

Semalam Plt Jubir KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan penghentian proses penyelidikan bukan pertama kali terjadi. Selama 5 tahun terakhir ada sekitar 162 kasus yang sudah dihentikan proses penyelidikannya oleh KPK.

"Karena, antara lain, adalah bukti permulaan yang tidak cukup," ujar Ali di Gedung KPK.

Ali mengatakan, jenis kasus yang dihentikan beragam, mulai dari dugaan korupsi oleh kepala daerah, BUMN, kementerian, serta DPR dan DPRD. Ia memastikan tidak ada kasus besar yang dihentikan.

"Termasuk juga tadi ada pertanyaan apakah perkara di Lombok, lalu RJL (RJ Lino)? Kami pastikan bukan itu. Jadi supaya jelas dan clear, bukan di NTB, bukan RJL, bukan Century, Sumberwaras. Bukan. Tapi perkara lain," kata Ali.

Jika diambil perbandingan, KPK di bawah kepemimpinan Firli yang menjabat sejak 20 Desember 2019 menghentikan 36 kasus. Artinya, sebulan ada 18 kasus disetop oleh Firli cs. Sedangkan 162 kasus yang dihentikan oleh pimpinan terdahulu terjadi dalam kurun 5 tahun. Rata-rata sebulan hanya dua kasus.

"Dibandingkan dengan kinerja penindakan, belum ada satupun kasus yang disidik di era pimpinan saat ini," Kurnia Ramadhana dari Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan, kemarin. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top