Korupsi Alkes

Kembali Disebut Terima Uang, KPK Pastikan Akan Panggil Rano Karno

publicanews - berita politik & hukumRano Karno usai memenuhi panggilan penyidik di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua kali mangkir dari panggilan sidang, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan jaksa penuntut umum akan kembali memanggil mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Sedianya politikus PDIP itu akan dimintai keterangan untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Pasti, nanti akan melihat apakah keterangan yang bersangkutan signifikan atau tidak dalam pembuktian persidangan JPU," ujar Alex di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).

Jika JPU menilai keterangan 'si Doel' diperlukan, namun yang bersangkutan tidak hadir, Jaksa bisa meminta bantuan hakim. "Bisa minta penetapan hakim untuk menghadirkan," kata Alex.

Dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini, nama Rano kembali disebut. Kali ini berdasarkan kesaksian mantan pegawai PT Bali Pasific Pragama (BPP) Ferdy Prawiradireja.

Eks Kadinkes Banten Akui Pernah Kirim Rp 700 Juta Kepada Rano Karno

Menurut Ferdy, ia memberikan uang Rp 1,5 miliar kepada Rano Karno melalui ajudan Yadi di hotel di Serang, Banten. Uang dibungkus kantong kertas.

"Iya (Rp 1,5 miliar). (Uang dalam bentuk) rupiah. Satu kantong saja. Kantong apa namanya yang ada di toko buku... kantong kertas gitu. Itu tahun 2012 atau 2013 ya, saya lupa," ujar Ferdy, Kamis (20/2).

Ferdy mengaku tidak tahu sumber uang itu. Ia menduga dari kas kantor perusahaan milik Wawan yang berada di The East, Kuningan, Jakarta.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Pemerintahan Provinsi Banten, Rano disebut turut menikmati aliran suap Rp 700 juta. Hal tersebut tertuang dalam dakwaan Wawan.

Wawan, yang juga adik dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, didakwa melakukan korupsi dan tindak pidana pencucian uang atau TPPU. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top