Haris Azhar

Penyidik Tahu Keberadaan Nurhadi, Buat Apa Muter-muter

publicanews - berita politik & hukumDirektur Eksekutif Lokataru Haris Azhar. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar heran dengan respon KPK soal pernyataannya bahwa buron Nurhadi Abdurrahman 'sembunyi' di apartemen mewah di Jakarta. Menurut Haris, KPK sudah tahu informasi tersebut sehingga ia tidak perlu melapor.

"KPK hanya mempersilakan saya lapor ke KPK. Padahal alamat apartemenya ada di KPK. Para penyidik sudah tahu, buat apa muter-muter suruh saya lapor lagi," kata Haris Azhar saat dikonfirmasi, Rabu (19/2). 

Ia curiga ada modus baru yang dilakukan lembaga antirasuah yang sengaja memasukan Nurhadi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Jadi, sengaja dibuat DPO. Lalu praperadilan, terus diputus bebas. Buat saya aneh, kenapa tiba-tiba DPO? Wong KPK belum pernah cari, belum pernah geledah, cuma mengandalkan pemanggilan saja. NHD tidak hadir, lalu dinyatakan DPO. Ke depannya KPK saja kayak gini. Sangat disayangkan. Receh banget," ujarnya.

Kemarin, Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri meminta Haris memberikan informasi keberadaan Nurhadi jika mengetahuinya. Ia menegaskan KPK belum bisa mengonfirmasi soal konon tersangka kasus dugaan mafia perkara itu berada di apartemen mewah di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

KPK, Ali menambahkan, mempersilakan Haris datang ke KPK dan menjelaskan tempat persembunyian mantan Sekjen MA itu. Termasuk info siapa yang mengawal Nurhadi.

“Dimana tempatnya dan kemudian siapa yang melakukan penjagaan tersebut sehingga tidak menjadi polemik. Tentunya kalau memang itikad baik, saudara Haris Azhar akan menyampaikan itu ,” kata Ali Fikri, Selasa (18/2) malam.

KPK memasukkan Nurhadi, menantunya Rezky Herbiyono, dan pengusaha Hiendra Soenjoto dalam DPO alias daftar buron. Ketiganya merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi penyelesaian perkara di MA pada 2011-2016.

Penetapan DPO itu berlaku sejak 13 Februari 2020, setelah ketiganya mangkir dua kali dari pemanggilan sebagai tersangka. (han)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Tukang Komen @pemberiKomentar19 Februari 2020 | 15:26:21

    Ya mungkin jalan kesana memang harus muter2 dulu...banyak tanda verbodennya.

Back to Top