Politikus Demokrat Dicecar KPK Soal Keberadaan Bos MIT Hiendra Soenjoto

publicanews - berita politik & hukumPolitikus Partai Demokrat Yosef Badeoda usai diperiksa KPK, Selasa (18/2). (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Yosef B. Badeoda mengaku dikonfirmasi soal eks Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Yosef diperiksa dalam kapasitasnya sebagai advokat.

Bersama Nurhadi dan Rezky Herbiyono, Hiendra telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh KPK. Penetapan DPO itu berlaku sejak 13 Februari 2020, setelah ketiganya mangkir dua kali dari pemanggilan sebagai tersangka.

"Ditanya aja keberadaan Hiendra Soenjoto," ujar Yosef usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/2).

Namun Yosef mengaku tidak mengetahui di mana saat ini Hiendra berada. "Enggak tahu," ujarnya.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp 46 miliar dalam kasus mafia perkara di MA tahun 2011-2016.

Nurhadi dan menantu diduga menerima uang dari dua perkara perdata di MA. Pertama, melibatkan PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian, perkara perdata sengketa saham di PT MIT dengan nilai suap Rp 33,1 miliar.

Dalam kasus gratifikasi, tersangka Nurhadi melalui Rezky dalam rentang Oktober 2014–Agustus 2016 diduga menerima uang Rp 12,9 miliar.

Uang digelontorkan untuk penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian.

Nurhadi dan Rezky lantas disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top