Proyek Fiktif Waskita Karya

KPK Panggil Direktur Waskita Beton Antonius Yulianto Tyas

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur PT Waskita Beton Precast Antonius Yulianto Tyas Nugroho dipanggil KPK. Sedianya Antonius diperiksa sebagai saksi tersangka Fathor Rachman dalam kasus korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (WK).

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka FR," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).

Saksi lain yang turut dipanggil adalah dua pegawai WK, yakni Imam Jauhari dan Welly Zanuar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Fathor Rachman dan General Manager of Finance and Risk Department/Acting Corporate Secretary WK Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka. Keduanya diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek.

Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatra Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Modus korupsinya adalah seolah-olah ada kontrak baru dengan menunjuk empat perusahaan subkontraktor, padahal proyek tersebut adalah proyek lama. Penyidik mencium indikasi double budgeting atau penganggaran ganda.

Oleh pihak subkontraktor, uang pembayaran kemudian dikembalikan ke WK untuk dibagi-bagi lagi. Atas tindakan culas ini, negara ditaksir mengalami kerugian sekurang-kurangnya Rp 186 miliar.

Fathor dan Yuli dijerat dengan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto. Pasal 65 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top