Walkot Medan Dzulmi Eldin Segera Jadi Pesakitan

publicanews - berita politik & hukumWali Kota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin tiba di Gedung KPK Jakarta pasca OTT di Medan, Oktober 2019. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Walikota nonaktif Medan Tengku Dzulmi Eldin dan Kabag Protokoler Syamsul Fitri Siregar segera menghadapi meja hijau. Penyidik KPK telah merampungkan penyidikan kasus dugaan suap proyek dan promosi jabatan di Pemkot Medan.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, berkas perkara Dzulmi Eldin dan Syamsul Fitri telah dinyatakan lengkap atau P21. Tim penyidik melimpahkan berkas, barang bukti, dan kedua tersangka ke tahap penuntutan atau tahap II.

"Penyidik hari ini melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum," kata Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/2) malam.

Dalam menuntaskan penyidikan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa102 orang saksi. Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan.

"Persidangan rencananya akan dilaksanakan di PN Tipikor Medan," ujar Ali.  

Dzulmi Eldin bersama Syamsul diduga menerima suap dari Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari sebesar Rp 330 juta. Isa mendapat promosi jabatan dari Dzulmi.

Selain upeti atas promosi jabatan, Isa juga memberikan fee untuk proyek-proyek yang dikerjakan Dinas PUPR sebesar Rp 250 juta. Sebanyak Rp 200 juta lewat transfer dan sisanya tunai melalui Syamsul Fitri Siregar.

Uang tersebut digunakan untuk membayar kelebihan dana nonbudgeter dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang pada Juli 2019. Dzulmi mengajak serta keluarganya pelesir, yang dananya tidak bisa dibebankan pada APBD. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top