Bos Dealer Mobil Mewah Didakwa Suap Pejabat Pajak Rp 1,8 Miliar

publicanews - berita politik & hukumDirektur dan Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga Darwin Maspolim. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Utama PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim didakwa menyuap tiga pejabat Kantor Pajak Pratama (KPP) Jakarta sebesar 131.200 dolar AS. Suap itu agar kewajiban pajak perusahaannya dipotong.

"Supaya Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar Jaksa KPK Takdir Suhan membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/2).

Ketiga pejabat pajak tersebut adalah Kepala KPP PMA Tiga Yul Dirga serta Pemeriksa Pajak Hadi Sutrisno, Jumari, dan Muhammad Naim Fahmi.

Suap dilakukan menyusul pemeriksaan pajak WAE 2015. Pada 27 April 2016, Darwin menandatangani Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan (SPT PPh 1771) dengan status lebih bayar sejumlah Rp 5 miliar lebih yang kemudian dilaporkan kepada KPP dengan mengajukan restitusi.

Yul Dirga dan tiga pemeriksa pajak itu mengeluarkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) Nomor PRIN-00208/WPJ.07/KP.0405/RIK.SIS/2016 dengan kriteria pemeriksaan semua jenis pajak (all taxes) serta mengirimkan surat pemberitahuan pemeriksaan lapangan kepada dealer mobil mewah itu.

KKP memberikan koreksi atas perhitungan pajak PT WAE. Selanjutnya pada 5 April 2017 terdakwa membuat surat tanggapan yang menyanggah koreksi penghitungan pajak tersebut.

"Selain mengirimkan pemberitahuan hasil pemeriksaan melalui surat, Hadi Sutrisno atas persetujuan Yul Dirga juga menawarkan bantuan kepada Lilis Tjinderawati dan Amelia Pranata agar permohonan restitusinya dapat disetujui dengan meminta imbalan sejumlah Rp 1 miliar," ujar Jaksa.

Darwin akhirnya setuju dan pada Juli 2016, tim pemeriksa pajak mengusulkan agar KPP PMA Tiga menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar PPh Badan untuk PT WAE 2015 sejumlah Rp 4,5 miliar. Yul Dirga menyetujui.

Kepala Kantor Pajak PMA Jakarta Terima Suap Restitusi Pajak Dealer Mobil Mewah

Pada Mei 2017, Amelia Pranata atas perintah Darwin menyerahkan uang 73.700 dolar AS kepada Hadi Sutrisno. Selanjutnya, bertempat di parkiran Mall Taman Anggrek, Lilis Tjinderawati memberikan kepada Hadi Sutrisno.

"Uang tersebut oleh Hadi Sutrisno dibagi empat, yaitu untuk tim pemeriksa pajak yakni Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi serta untuk Yul Dirga sehingga masing-masing mendapatkan bagian sejumlah 18.425 dolar AS," Jaksa menjelaskan.

Hal yang sama rupanya kembali terjadi ketika WAE ingin mengajukan restitusi pajak 2016 dengan status lebih bayar sejumlah Rp 2,7 miliar.

Yul Dirga dan anak buahnya kembali 'mengulurkan bantuan' dengan kompensasi fee yang sama, yakni Rp 1 miliar. Namun Darwin meminta kurang dari itu.

Pada 8 Juni 2018, atas perintah Darwin, Amelia Pranata dan Musa membawa uang 57.500 dolar AS ke Mall Kalibata City Square (Plaza Kalibata) untuk diserahkan kepada Hadi Sutrisno. "Di toilet pria ground floor Plaza Kalibata," kata Jaksa.

Oleh Hadi uang kembali dibagi empat, tiga pemeriksa pajak mendapatkan 13.700 dolar sedangkan Yul Dirga sejumlah 14.400 dolar.

"Bahwa rangkaian pemberian uang kepada Yul Dirga, Hadi Sutrisno, Jumari, dan Naim Fahmi dilakukan oleh terdakwa dengan mengingat kekuasaan dan wewenang keempatnya untuk menyetujui pengajuan restitusi pajak," jaksa menjelaskan.

Atas perbuatannya, Darwin didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top