ICW Nilai Pernyataan Firli Kesulitan Tangkap Harun Berlebihan

publicanews - berita politik & hukumPeneliti ICW Kurnia Ramadhana. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang kesulitan mencari Harun Masiku sebagai berlebihan. Hal itu membuat KPK kehilangan taring di mata koruptor.

"Pernyataan ini terlalu berlebihan dan semakin menunjukkan ketidakmampuan KPK dalam menangkap yang bersangkutan dalam waktu cepat. Nazarudin yang di Kolumbia saja bisa ditangkap oleh KPK, namun kenapa Harun yang jelas-jelas sudah di Indonesia tidak mampu segera diproses," ujar Kurnia saat dikonfirmasi, Selasa (28/1).

Ia membandingkan kinerja pimpinan KPK saat ini lebih lambat dibandingkan era sebelumnya.

"KPK selama ini dikenal publik cepat dalam mengungkap sebuah perkara, bahkan sampai pada aktor intelektualnya. Namun di era Firli rasanya berbanding terbalik," katanya.

Ketua KPK Akui Kesulitan Cari Buron Harun Masiku

Kurnia mengkhawatirkan proses penegakan hukum akan berjalan lambat dan ini akan berpotensi untuk menurunkan citra KPK di mata masyarakat.

Pada Senin (27/1) kemarin, Firli mengakui KPK kesulitan mencari politikus PDIP yang dinyatakan buron tersebut. Ia mengatakan penyidik bekerja sama dengan Polri telah mendatangi sejumlah lokasi, namun Harun tak kunjung ditemukan.

Mantan Kapolda Sumsel itu mengibaratkan mencari buron bak mencari jarum dalam tumpukan jerami. "Nyari orang itu enggak gampang memang ya, itu sama dengan cari jarum dalam sekam. Oke?" kata jenderal polisi bintang tiga tersebut di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top