Jual Beli Jabatan

Tak Mau Kalah dengan KPK, Romy Juga Banding

publicanews - berita politik & hukumPenasihat hukum M. Romahurmuziy alias Romy, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tipikor Jakarta, seusai pembacaan vonis. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menyusul pengajuan banding oleh Jsksa KPK, M Romahurmuziy juga melakukan langkah hukum yang sama. Kuasa hukum eks Ketua Umum PPP itu, Maqdir Ismail, menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta ini untuk melindungi hak-hak kliennya.

"Bahwa untuk melindungi hak-hak klien kami terhadap upaya penzaliman lebih lanjut dengan berbajukan penegakan hukum, maka klien kami juga menyatakan banding dan telah kami daftarkan di PN Tipikor pada hari terakhir, hari ini," ujar Maqdir saat dikonfirmasi, Senin (27/1).

Maqdir menjelaskan, seperti halnya KPK, banding ini juga didasarkan atas pertimbangan bahwa vonis untum Romy belum memenuhi rasa keadilan. Ia melihat ada upaya penggiringan opini yang dilakukan KPK terhadap kliennya, yakni dengan membandingkan vonis Romy dengan kasus ketua-ketua umum partai lainnya.

Menurut Maqdir, pembandingan ini menyesatkan dan semata-mata dimaksudkan untuk framing negatif kepada Romy. Tidaklah semestinya vonis diperbandingkan atas status sebagai ketua umum partai.

"Seharusnya vonis sebuah perkara diperbandingkan atas dasar besaran uang yang terlibat serta peranannya dalam sebuah delik. Dalam hal ini, dibandingkan kasus yang setara," Maqdir menegaskan.

Ia menilai tuntutan hukuman 4 tahun Jaksa KPK terhadap kliennya terlalu tinggi. "Hal ini menunjukkan adanya nuansa kebencian berbaju penegakan hukum," kata Maqdir.

Maqdir mencontohlan mantan Sekjen Nasdem Rio Capella hanya dituntut 2 tahun, tanpa pencabutan hak politik. Kemudian eks Direktur Krakatau Steel Wisnu Kuncoro juga dituntut.

"Sementara klien kami dituntut 4 tahun dan pencabutan hak politik selama 5 tahun, untuk penerimaan yang menurut hakim Tipikor sebesar Rp 300 juta," katanya.

Begitu juga soal uang pengganti, Maqdir menyatakan sudah seharusnya mantan Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu tidak membayar uang pengganti. Berdasarkan putusan hakim, Romy tidak pernah meminta, mengetahui, dan menerima uang-uang yang dituduhkan KPK.

"Klien kami menyatakan siap menghadapi peradilan banding seraya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan YME, agar diberikan kebebasan, setidaknya keringanan," Maqdir menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top