Jual Beli Kemenag

Vonis Romy Belum Penuhi Rasa Keadilan, Jaksa KPK Akhirnya Banding

publicanews - berita politik & hukumM. Romahurmuziy (Romy) sebelum sidang pembacaan vonis kasus jual beli jabatan di Pengadilan Tipikor Jakarta, 23 Januari 2020. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK akhirnya mengajukan upaya hukum banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap eks Ketua Umum PPP M Romahurmuziy alias Romy.

"Perkara atas nama Romahurmuziy, JPU KPK menyatakan sikap melakukan upaya hukum banding," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/1).

Ali membeberkan sejumlah pertimbangan sehingga Jaksa melakukan banding, antara lain vonis hakim dalam kasus jual beli jabatan di lingungan Kemenag tersebut belum memenuhi rasa keadilan masyarakat. Dalam putusannya hakim memvonis Romy 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang meminta agar hakim memberikan hukuman 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan kepada mantan Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

Sesuai Keputusan MK, Hak Politik Romy Tidak Dicabut

Selain itu, Ali menambahkan, hakim tidak mempertimbangkan uang pengganti Rp 46,4 juta. Hakim dalam pertimbangannya menyatakan Romy telah mengembalikan uang Rp 250 juta dan Rp 20 juta.

"Pengembalian terdakwa sebagai uang pengganti. Maka majelis hakim menilai tidak adil terdakwa dibebani biaya pengganti," ujar hakim ketua Fazal pada 20 Januari 2020 lalu.

Hal lain yang disoroti sebagai dasar pertimbangan banding Jaksa adalah soal pencabutan hak politik yang tidak dikabulkan majelis hakim.

"JPU segera menyusun memori banding dan menyerahkannya kepada PT Jakarta melalui PN Tipikor Jakarta Pusat," ujar Ali Fikri. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top