ICW Nilai Yasonna Punya Konflik Kepentingan dalam Kasus Suap PAW

publicanews - berita politik & hukumPeneliti ICW Kurnia Ramadhana seusai menyerahkan laporan ke KPK terkait dugaan Yasonna Laoly merintangi penyidikan kasus suap PAW, Kamis (23/1) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Yasonna H Laoly memiliki konflik kepentingan dalam kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengkritisi kehadiran Yasonna dalam konferensi pers pembentukan Tim Hukum PDIP. Meskipun Kader PDIP, Yasonna juga adalah Menkumham.

Kurnia mengatakan tidak jelas apa urgensi Yasonna hadir dalam acara tersebut. Apakah ia terlibat langsung di tim advokasi PDIP atau dalam kapasitas sebagai menteri.

"Terkait dengan seseorang yang berpergian ke luar negeri itu otoritas dari Kementerian Hukum dan HAM Jadi, terasa sekali nuansa konflik kepentingan dari Yasonna dalam perkara ini," ujar Kurnia di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/1) siang.

Terlebih, ia menambahkan, Yasonna dianggap telah menyebarkan berita tidak benar soal keberadaan Harun Masiku. Yasonna kerap kali menyebut kolega separtainya itu masih berada di luar negeri, padahal dalam tangkapan CCTV Bandara Soekarno-hatta, Harun sudah menginjakan kaki ke Indonesia pada 7 Januari 2020 lalu.

Untuk itu, ICW pun meminta agar Presiden Joko Widodo memberikan sanksi tegas Yasonna atas pernyataannya yang membuat perdebatan di tengah masyarakat.

"Karena ini sudah menimbulkan perdebatan dan dia juga berkata bohong ke publik. Maka ini harus dijadikan pegangan utama bagi Presiden Joko Widodo untuk segera menegur bahkan memecat yang bersangkutan," Kurnia menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top