Korupsi Proyek Kemenag

Fahd A Rafiq Dipanggil untuk Ungkap Keterlibatan Politikus Lainnya

publicanews - berita politik & hukumMantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz bin A Rafiq sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Kamis (23/1) siang. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz bin A Rafiq dipanggil penyidik KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan Laboratorium Komputer untuk Madrasah Tsanawiyah. Sedianya Fahd akan dimintai keterangan untuk berkas tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Ditjen Pendis Kemenag, Undang Sumantri (USM).

Fahd, yang juga mantan terpidana kasus ini, mengatakan pemanggilannya hyari ini merupakan penjadwalan ulang. "Saya diperiksa hari ini terkait penundaan yang kemarin, menindaklanjuti hasil putusan pengadilan yang saya jalani kemarin terkait dengan Kementerian Agama," ujar Fahd saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/1).

Putra pedangdut legendaris A Rafiq itu mengaku senang KPK tidak tebang pilih untuk memproses nama-nama yang ia ungkap dalam proses persidangan.

"Cukup seneng saya dipanggil hari ini, berarti tidak tebang pilih dan saya akan jelaskan terang benderang yang saya jelaskan di pengadilan. Tidak ada yang berubah," katanya.

Fahd Dihukum 4 Tahun, Hakim Sebut Keterlibatan Priyo Budi

Dalam putusan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada September 2017, hakim juga menyebut sejumlah nama yang kecipratan uang panas. Mereka antara lain eks Wakil Ketua DPR sekaligus mantan politikus Golkar Priyo Budi Santoso hingga Vasco Ruseimy atau Syamsurahman.

Saat dikonfirmasi soal nama-nama tersebut Fahd membenarkannya. "Iya itu kan, semua kan, Syamsurachman, Vasco, nama-nama pejabat kementerian lain sudah saya sebutkan semua. Tinggal sekarang baru Pak Undang, sekarang tinggal pengusahanya kan," ujar Fahd.

Sebelum Fahd, KPK telah menjerat Ketua Komisi VIII Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendy Prasetia. Mereka sudah divonis masing-masing 15 dan 8 tahun penjara pada 2013 lalu. Sementara Ahmad Jauhari diganjar 10 tahun penjara.

Terakhir KPK menetapkan Undang sebagai tersangka kelima pada 16 Desember 2019 lalu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top