Jual Beli Kemenag

KPK Tunggu Petikan Putusan Romy, Termasuk Uang Lukman Hakim yang Disita

publicanews - berita politik & hukumM Romahurmuziy saat menunggu sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/1) siang. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK tengah menunggu petikan putusan hakim terhadap M Romahurmuziy (Romy), termasuk soal pengembalian uang yang disita KPK dari ruangan kerja eks Menteri Agama Lukman Hakim.

"Kami masih menunggu laporan JPU melalui jenjang dirtut (Direktur Penuntut) mengenai putusan perkara tersebut secara menyeluruh. Dalam arti tidak terbatas pada penetapan barang bukti uang tersebut, tapi putusan secara keseluruhan," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango saat dikonfirmasi, Selasa (21/1) siang.

Setelah petikan putusan tersebut dipelajari, KPK akan menentukan sikap apakah melakukan upaya hukum banding atau menerima vonis. Jika menerima, maka KPK harus melaksanakan perintah dalam putusan tersebut.

"Sebaliknya, jika kami mengajukan upaya hukum banding, dengan sendirinya, perintah dimaksud harus menunggu putusan di tingkat banding," kata Nawawi.

Dalam amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin, majelis hakim mempertimbangan mengenai barang bukti uang yang disita KPK dari ruang kerja Menag (saat itu) Lukman Hakim. Menurut hakim, selama persidangan tidak ada fakta yang menerangkan bahwa uang tersebut ada hubungannya dengan perbuatan terdakwa dalam perkara ini.

Uang yang tersimpan dalam satu amplop cokelat, terdiri atas 688 lembar pecahan Rp 100 ribu dan 24 lembar pecahan Rp 50 ribu. Totalnya adalah Rp 70 juta.

Kemudian amplop cokelat lain berisi uang Rp 59,7 juta dan satu amplop lagi senilai Rp 30 juta.

Mengenai barang bukti yang diperoleh KPK dalam penangkapan Romy, hakim meminta dikembalikan kepada terdakwa. Barang bukti tersebut berupa satu amplop cokelat berisi uang tunai Rp 40 juta, satu amplop putih dengan uang Rp 5 juta, satu map kuning berisi dua amplop putih dengan uang tunai total Rp 20 juta, satu amplop putih berisi Rp 7 juta, dan satu amplop putih berisi uang tunai Rp 3,2 juta.

Sementara itu, uang pemberian mantan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin kepada Romi sebesar Rp 250 juta yang telah dikembalikan melalui Norman Zein Nahdi selaku pengurus PPP Jatim disetorkan ke kas negara.

Majelis hakim menyatakan Romy terbukti menerima suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. Ia pun divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top