Suap Komisioner KPU

Politikus PDIP Donny Istiqomah Jadi Saksi Staf Hasto

publicanews - berita politik & hukumSaeful Bahri, staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 10 Januari 2020. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus PDIP Donny Tri Istiqomah dipanggil penyidik KPK untuk diperiksa dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kasus ini terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (21/1). Saeful adalah staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Donny merupakan satu dari delapan orang yang ikut diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Namun penyidik melepasnya Donny dan berstatus sebagai saksi.

Selain Donny, tim penyidik juga akan memeriksa staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Retno Wahyudiarti serta swasta Tonidaya dan Moh Ilham Yulianto. Keterangan mereka juga diperlukan untuk berkas perkara Saeful.

KPK sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Wahyu Setiawan, caleg PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan swasta Saeful.

Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses pergantian antarwaktu (PAW) sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani selaku orang kepercayaan Wahyu.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam PAW caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno, KPU menetapkan pengganti Nazarudin adalah Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dalam OTT pada 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top