KPK Bantah Kasus Harun Masiku Penipuan

publicanews - berita politik & hukumPlt Jubir KPK Ali Fikri. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK membantah pernyataan eks Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK Yenti Garnasih yang menyebut kasus politikus PDIP Harun Masiku sebagai penipuan. Bukan suap-menyuap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, terlalu dini menyebut kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) yang melibatkan anggota KPU Wahyu Setiawan tersebut penipuan.

"Saya kira terlalu dini menyimpulkan demikian," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (20/1).

Menurutnya, sebelum operasi tangkap tangan, penyidik KPK terlebih dahulu mengumpulkan sejumlah bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Penyidik KPK tentu akan bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi profesionalisme," katanya.

Untuk mendalami kasus ini lebih lanjut, ia menambahkan, KPK akan memeriksa saksi-saksi. "Tidak menutup kemungkinan untuk meminta pertanggungjawaban pihak lain atas dugaan penyuapan yang melibatkan mantan komisioner KPU tersebut," ujar Ali Fikri.

Sebelumnya, Yenti mengatakan kemungkinan modus penipuan yang terjadi saat caleg PDIP Harun Masiku hendak menyuap Wahyu.

"Saya berpikir bahwa penipuan itu salah satu modusnya, ada korupsinya, tetapi kalau pun pakai pasal korupsi harus sesuai dengan unsur yang ada," kata pakar hukum tindak pidana pencucian uang itu, Minggu (19/1).

Yenti mengingatkan KPK harus memeriksa rincian kronologi dugaan kasus suap itu, salah satunya dengan melihat hasil penyadapan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dapat diketahui modus sebenarnya.

Ia bahkan menduga kemungkinan justru KPU yang memeras caleg PDIP tersebut agar melakukan penyuapan.

"Meski inisiatif dari penyuap, bisa jadi di kronologi berikutnya mungkin penyuap mau mundur, malah dari KPU yang menawarkan atau malah memeras. Kemudian bagaimana pada akhirnya penyuap memberikan, padahal menurut KPU tidak mungkin kalau tidak kolektif kolegial," kata Yenti. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top