Berpotensi Konflik Kepentingan, ICW Soroti Manuver PDIP Temui Dewas KPK

publicanews - berita politik & hukumTim Hukum PDIP menyambangi kantor Dewan Pengawas KPK di gedung KPK lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/1). (Foto: bisnis)
PUBLICANEWS, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti manuver yang dilakukan tim hukum PDIP dengan menemui Dewan Pengawas KPK pada Kamis (16/1) lalu. Pertemuan tersebut terkait penggeledahan yang dilakukan KPK untuk mendalami bukti kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) caleg PDIP Harun Masiku.

"Pertemuan tersebut langkah yang keliru. Sebab ada potensi benturan kepentingan di tengah polemik izin penggeledahan terhadap PDIP," ujar peneliti ICW Donal Fariz di Jakarta, Minggu (19/1).

Menurut Donal, Dewas KPK seharusnya tidak menemui mereka lantaran bisa menimbulkan polemik di tengah masyarakat. "Sehingga akan menimbulkan berbagai prasangka terhadap Dewas itu sendiri," Donal menambahkan.

Pada Kamis (16/1) lalu, tim hukum PDIP yang diwakili I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera menyambangi Gedung KPK C1, Jakarta, tempat Dewas KPK saat ini berkantor. Wayan Sudirta mengatakan mereka ditemui oleh anggota Dewas Albertina Ho.

Wayan menambahkan, anggota Dewas tersebut menyambut positif kedatangan mereka. Ia memuji Albertina sebagai sosok yang memiliki reputasi yang baik.

"Kami luar biasa bersyukur pada akhirnya bertemu ibu Albertina. Orangnya bagus, simpatik, reputasinya baik dan cara penerimaannya jauh lebih baik daripada yang kita bayangkan. Sangat memuaskan," ujar Wayan ketika itu.

Dalam pertemuan tersebut Tim Hukum PDIP menyerahkan surat yang berisi tujuh poin, salah satunya menyoal penggeledahan yang dilakukan KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top