KPK Tetapkan 10 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

publicanews - berita politik & hukumKetua KPK Firli Bahuri (kiri) memberi keterangan pers kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis, Riau, di Gedung KPK, Jumat (17/1) malam. (Foto: Publicanews/Hartati)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sebanyak 10 orang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kasus ini berawal ketika pada 2013 lalu, Pemkab Bengkalis melakukan tender enam proyek multi years dengan nilai total Rp 2,5 triliun.

Keenam proyek adalah:
1) Peningkatan Jalan Batu Panjang–Pangkalan Nyirih (sudah putusan PN).
2) Pembangunan Jalan Duri–Sei Pakning (sedang disidik).
3) Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu–Siak Kecil.
4) Peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis.
5) Pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri.
6) Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

KPK, Firli menambahkan, telah meningkatkan ke status penyidikan terhadap empat pelaksanaan proyek pada poin 3 sampai 6. "Setelah menemukan adanya bukti permulaan yang cukup dugaan tindak pidana korupsi baik di dalam proses penganggaran maupun pelaksanaannya," ujar Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/1).

Firli menambahkan, untuk proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu–Siak Kecil tersangkanya adalah M. Nasir (MN) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), kontraktor Handoko dan Melia Boentaran (MB).

"Nilai kerugian kurang lebih Rp 156 miliar," ujarnya.

Sementara dalam proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis (multi years), nilai kerugian mencapai Rp 126 miliar. Para tersangka yakni PPK M Nasir, dan PPTK Tirtha Adhi Kazmi (TAK). Kemudian empat kontraktor, yakni I Ketut Surbawa (IKS), Petrus Edy Susanto (PES), Didiet Hadianto (DH), dan Firjan Taufa (FT).

Kemudian proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri (multi years), nilai kerugian mencapai Rp 152 miliar dengan tersangka M. Nasir dan kontraktor Victor Sitorus (VS). Sementara untuk proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multi years), nilai kerugian mencapai Rp 41 miliar dengan tersangka Nasir dan kontraktor Suryadi Halim alias Tando (SH).

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. de'fara @shahiaFM18 Januari 2020 | 12:48:57

    Itu uang rakyat ya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk dikorupsi ... Hey Oknum !!!

  2. Cewek Kepo @ceweKepo18 Januari 2020 | 05:17:51

    cakep. Ayo KPK unjuk gigi. Jangan sungkan2 bersihkan negeri ini.

Back to Top