Ketum PAN Zulkifli Hasan Dipanggil KPK dalam Kasus Suap Alih Fungsi Hutan di Riau

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum PAN Zulkifli Hasan (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua MPR Zulkfili Hasan dipanggil tim penyidik KPK. Zulkifli akan dimintai keterangan dalam kapasitasnya sewaktu menjabat Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan periode 2009-2014, untuk kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di provinsi Riau tahun 2014.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Palma Satu," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (16/1).

Selain politisi PAN itu, KPK juga memanggil satu saksi lainnya yakni eks Direktur Perencanaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan tahun 2014, Masyhud.

KPK pada 29 April 2019 lalu menetapkan tiga tersangka, mereka adalah perorangan dan korporasi. Kasusnya adalah pemberian hadiah atau janji pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan.

Ketiga tersangka adalah korporasi PT Palma Satu, Legal Manager PT Duta Palma Group Suheri Terta, dan Surya Darmadi.

Penetapan tersangka terhadap ketiganya merupakan pengembangan kasus suap alih fungsi hutan Riau yang sebelumnya menjerat eks Gubernur Riau Annas Maamun, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gulat Medali Emas Manurung, dan Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan.

Surya Darmadi diduga bersama-sama Suheri Terta menyuap Annas Maamun sebesar Rp 3 miliar. Suheri merupakan orang kepercayaan Surya Darmadi untuk mengurus perizinan lahan perkebunan Duta Palma Group dan anak usahanya, termasuk PT Palma Satu.

PT Palma Satu disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi.

Sementara Suheri dan Surya disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 atau Pasal 56 KUHP. (han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top