KPK Panggil PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai Tersangka

publicanews - berita politik & hukumPT Nindya Karya (Foto: Instagram/@nindyakarya)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perusahaan pelat merah PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati diagendakan akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi. Kedua korporasi itu terlibat dalam korupsi Pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan bebas Sabang yang dibiayai APBN tahun anggaran 2006-2011.

"PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati akan diperiksa sebagai tersangka," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (15/1).

Selain itu KPK juga dijadwalkan akan memeriksa pihak swasta atas nama Sukirno. Sedianya yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Nindya Karya.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Nindya Karya dan PT Tuah Sejati (TS) sebagai korporasi tersangka korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang.

Nilai proyek yang dikerjakan kedua korporasi tersebut sebesar Rp 793 miliar. KPK menduga ada kerugian negara Rp 313 miliar. Proyek tersebut didanai dengan APBN 2006-2011 secara tahun jamak.

Kasus ini merupakan pengembangan atas perkara yang menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Ramadhani Ismy.

Pada 2013 silam, KPK menetapkan empat tersangka, selain Ramadhani juga ada Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh Heru Sulaksono, dan Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Sabang periode 2006-2010 Syaiful Achmad.

KPK juga telah memblokir rekening Nindya Karya senilai Rp 44 miliar. Pemblokiran sebagai upaya untuk pemulihan kerugian negara atau asset recovery.  (Han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top