KPK Pertimbangkan Beri Bantuan Hukum Bagi Saksi Tersangka Eks Presdir Lippo

publicanews - berita politik & hukumMantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (6/12). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mempertimbangkan bantuan hukum atas pelaporan saksi kasus suap proyek Meikarta. Sebelumnya, eks Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartolomeus Toto melaporkan saksi ke pihak berwajib.

"Ketika ada permintaan perlindungan saksi tentu KPK punya kewajiban melindungi saksi tersebut. Sekarang kami sedang mempelajari terlebih dahulu apakah domain atau proses perlindungan itu cukup di KPK atau akan melibatkan instansi lain itu kami pertimbangkan lebih dahulu," ujar Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (12/12) malam.

Febri mengatakan pelaporan terhadap kesaksian seorang saksi seharusnya tidak terjadi, karena hal ini merupakan bentuk intimidasi atau upaya menimbulkan rasa takut sehingga kasus-kasus korupsi gagal dibongkar.

"Bagaimana agar saksi bisa terlindungi tidak terintimidasi sehingga apa yang ia sampaikan dalam proses penanganan perkara itu adalah informasi yang benar," ujarnya.

Sebelum ditahan, Toto mengklaim anak buahnya di Lippo Cikarang yaitu Kepala Divisi Land Edy Dwi Susianto telah memfitnahnya.

"Saya sudah difitnah dan sudah dikorbankan," ujar Toto seusai pemeriksaanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Menurut Toto, keterangan Edy Dwi Susianto di Pengadilan Tipikor Bandung bahwa ia yang menyuruhnya menggelontorkan uang Rp 10,5 miliar untuk memuluskan permohonan izin penunjukan penggunaan tanah (IPPT) proyek Meikarta tidak benar.

Toto membantah duit suap ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTMPTSP) Kabupaten Bekasi terkait penggunaan lahan 143 hektare untuk proyek Lippo Group di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar.

"Untuk fitnah yang Edy Sus sampaikan, bahwa saya telah memberikan uang untuk IPTP Rp 10,5 miliar, saya selalu bantah dan itupun sekretaris saya tempo hari, Melda, juga sudah bantah," Toto menjelaskan.

Toto mengatakan sudah melaporkan Edy Sus ke Polresta Bandung. Kepolisian, ia menambahkan, juga sudah menemukan bukti-bukti fitnah tersebut.

"Saya sudah berikan semua bukti ke polisi, saya selalu menyangkal. Dan polisi sudah temukan bukti dugaan fitnah saya itu benar," ujar Toto sambil berjalan masuk ke dalam mobil tahanan.

Toto merupakan tersangka terakhir yang ditahan KPK. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama eks Sekda Jabar Iwa Karniwa, yang sudah lebih dahulu menjadi pasien KPK.

Kasus Toto dan Iwa ini merupakan pengembangan kasus OTT KPK terhadap koleganya Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

KPK menduga Toto menyetujui pemberian suap kepada Bupati Bekasi (saat itu) Neneng Hasanah Yasin untuk membereskan perizinan Meikarta. Selain ke Neneng dan sejumlah pejabat Pemkab Bekasi, Toto juga diduga mengetahui suap untuk Iwa.

Iwa menerima Rp 900 juta dari Kabid Tata Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili. Uang tersebut berasal dari PT Lippo Cikarang. (han)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top