Suap Pengapalan Pupuk

KPK Panggil VP Shipping Pertamina Joko Eko Purwanto

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mengagendakan pemeriksaan Vice President Shipping Operation PT Pertamina Joko Eko Purwanto dalam kasus dugaan suap jasa angkut pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Sedianya Joko Eko dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan Direktur HTK Taufik Agustono.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TAG (Taufik Agustono)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).

KPK menduga Taufik menyuap Bowo Sidik. Dugaan keterlibatan Taufik terjadi ketika HTK memiliki kontrak pengangkutan dengan cucu perusahaan PT Petrokimia Gresik itu selama lima tahun, yakni2 013 hingga 2018. Pada 2015, kontrak tersebut dihentikan karena Petrokimia membutuhkan kapal dengan kapasitas yang lebih besar yang tidak dimiliki oleh HTK.

HTK kemudian meminta bantuan anggota DPR Bowo Sidik Pangarso agar HTK tidak kehilangan pasar penyewaan kapal.

Pada 26 Februari 2019 dilakukan MoU kerja sama pengapalan pupuk antara Pilog dengan HTK. Lalu setelah itu, Bowo membuat perjanjian soal fee antara HTK dengan PT Inersia Ampak Engineers miliknya.

Bowo meminta HTK membayar uang muka Rp 1 miliar secara bertahap. Pada rentang 1 November 2018 hingga 27 Maret 2019. Total Rp 8 miliar imbalan yang diberikan HTK untuk Bowom

KPK menjerat Taufik dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 201 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top