Sita Dokumen di Kantor BPR, Penggeledahan KPK Berlanjut ke Rumah sang Dirut

publicanews - berita politik & hukumGedung KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami aliran uang suap dalam proyek-proyek di Pemkab Indramayu, KPK menggeledah sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR), pagi hingga siang tadi. Tim KPK mencari bukti-bukti untuk memperkuat kasus Bupati nonaktif Supendi.

"Setelah selesai melakukan penggeledahan di Kantor BPR Indramayu dan melakukan penyitaan sejumlah dokumen keuangan terkait dugaan suap terhadap Bupati," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (10/12) petang.

Febri menambahkan, tim penyidik kemudian bergerak menuju ke rumah direktur utama BPR tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. "Tim KPK bergerak ke rumah Dirut BPR Indramayu di Jalan Yos Sudarso, Indramayu," kata Febri.

Ia belum bisa mengungkapkan apa saja yang telah disita dari rumah sang dirut.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Supendi, Kepala Dinas PUPR Omarsyah, dan Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Wempy Triyono sebagau tersangka penerima suap. Penyuapnya adalah pemilik CV Agung Resik Pratama Carsa AS.

Supendi, Omarsyah, dan Wempy dijerat KPK dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-udang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Carsa dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU yang sama. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top