Korupsi Kampus IPDN

Auditor BPK Wulung Prakoso Dimintai Keterangan KPK

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta- Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) R Wulung Prakoso dimintai keterangan KPK dalam kasus korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Keterangan Wulung diperlukan untuk berkas tersangka mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kemendagri Dudy Jocom.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (10/12).

Saksi lain yang juga dipanggil adalah tiga PNS Kemendagri, yakni Chairul Dwi Sapta, Dony Ambadi, dan Tri Adji Bawono. Satu saksi lagi adalah PNS Pemkot Cirebon Syahri Dewanto.

Dudy Jocom ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Dudy dijerat bersama Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko.

Dalam kasus ini, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan adanya proyek IPDN. Selanjutnya, para pihak yang dihubungi itu menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta.

Dari pertemuan itu, disepakati adanya pembagian proyek. Untuk kampus IPDN di Sulsel digarap Waskita, sementara Adhi Karya mendapat proyek IPDN di Sultra. Dudy Jocom Cs diduga meminta fee 7 persen dari setiap proyek.

KPK menghitung ada kerugian negara sekitar Rp 21 miliar. Nilai kerugian berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek, Kampus IPDN Sulsel sebesar Rp 11,18 Miliar dan Rp 9,378 miliar untuk proyek kampus Sulut.

Dudy Jocom, Adi Wibowo, dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top