Suap Dana Hibah KONI

KPK Panggil Staf Kemenpora Untuk Berkas Miftahul Ulum

publicanews - berita politik & hukumMantan Asisten Pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan suap penyaluran bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI, KPK memanggil staf Kemenpora Edward Taufan Panjaitan. Ia dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Mitftahul Ulum, asisten pribadi Imam Nahrawi saat masih Menpora.

"Hari ini, diagendakan pemeriksaan terhadap Staf Kemenpora Edward Taufan Panjaitan sebagai saksi untuk tersangka MIU," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jumat (6/12).

Miftahul Ulum bersama Imam menjadi tersangka penerima suap dan gratifikasi berdasarkan pengembangan kasus OTT terhadap Deputi IV Kemenpora Mulyana. Keduanya diduga menerima Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018.

Kemudian pada periode 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang Rp 11,8 miliar. Dengan demikian total uang yang didapat Imam selama menjadi Menpora adalah Rp 26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora, kemudian dari jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Imam dan Miftahul disangka melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top