Penerbitan Izin Reklamasi

Eks Gubernur Kepri Didakwa Terima Suap Rp 158 Juta dan Gratifikasi Rp 4,22 M

publicanews - berita politik & hukumMantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum pada KPK mendakwa mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun menerima suap Rp 45 juta dan 11 ribu dolar Singapura, sekitar Rp 113 juta. Duit tersebut diterima Nurdin dari pengusaha Kock Meng dan nelayan Abu Bakar.

Uang keduanya diserahkan melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono.

"Terdakwa sebagai Gubernur Kepulauan Riau periode 2016-2021 menerima uang senilai Rp 45 juta, SGD 5 ribu, dan SGD 6 ribu melalui Edy Sofyan dan Budi Hartono yang bersumber dari Kock Meng dan Abu Bakar," ujar Jaksa M Asri Irwan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/12)

Jaksa menambahkan, uang total 158 juta tersebut sebagai imbalan penerbitan surat izin prinsip pemanfaatan laut di perairan Piayu, Batam, seluas 6,2 hektare. Uang itu juga untuk memuluskan proses perizinan prinsip pemanfaatan ruang laut di Pelabuhan Cijantung, Jembatan Bima, seluas 10,2 hektare atas nama Abu Bakar.

Kedua izin prinsip tersebut masuk ke dalam daftar rencana peraturan daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K).

Selain itu Nurdin juga menerima gratifikasi Rp 4,22 miliar dalam penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut, izin lokasi reklamasi, dan izin pelaksanaan rekalamasi. Kemudian penerimaan lainnya dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kepri.

Menurut jaksa, penerimaan gratifikasi sebesar Rp 4,22 miliar itu tak pernah dilaporkan Nurdin ke KPK dalam tenggang waktu 30 hari sejak penerimaan.

Atas perbuatannya, Nurdin didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top