Suap Proyek PLTU 2 Cirebon

Tidak Tutup Kemungkinan KPK Periksa Pihak Hyundai Korsel

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Jakarta - Mendalami kasus dugaan suap dalam perizinan proyek PLTU 2 Cirebon, tidak menutup kemungkinan KPK meminta keterangan pihak Hyundai pusat di Seoul, Korea Selatan. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan GM Hyundai Engineering & Construction (HDEC) Herry Jung sebagai tersangka.

Herry diduga menyuap mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebesar Rp 6,04 miliar untuk memuluskan yang berlokasi di Kecamatan Mundu dan Astanajapura itu.

Pihak Pusat Hyundai di Seoul pun telah mengakui memberikan sejumlah besar uang kepada Sunjaya untuk menenangkan warga yang terdampak proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi kemungkinan untuk meminta konfirmasi dari Hyundai Pusat, Febri mengatakan hal tersebut tergantung kebutuhan penyidikan. Saat ini KPK masih fokus meminta keterangan dari pihak-pihak yang ada di Cirebon.

"Karena interaksi yang sudah dibuka di persidangan juga kan lebih banyak sebenernya bagaimana Bupati meminta uang dari salah seorang camat dan kemudian ada proses negosiasi dan penerimaan uang. Kalau itu cukup maka bisa saja kami tidak perlu memeriksa saksi di luar negeri," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/11) malam.

Namun bila ada kebutuhan keterangan yang didalami penyidik, ia menambahkan, KPK akan bekerja sama dengan Otoritas Korea Selatan.

"Tapi kalau memang dibutuhkan informasi yang lebih detail di perkara ini tidak tertutup kemungkinan kita akan bekerja sama dengan Otoritas di Korea Selatan," ujarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top