Suap Alih Fungsi Lahan

Annas Maamun Idap Komplikasi, Presiden Beri Grasi

publicanews - berita politik & hukumAnnas Maamun menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Mei 2015. Ia jatuh sakit di tengah pembacaan tuntutan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo memberikan grasi kepada Annas Maamun. Mantan Gubernur Riau itu adalah terpidana kasus korupsi alih fungsi lahan kehutanan.

Menurut Ade, Annas mengidap komplikasi penyakit. "Berbagai penyakit sesuai keterangan dokter, seperti PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak nafas (dibantu oksigen setiap hari)," kata Ade kepada wartawan, Selasa (26/11).

Berdasarkan Permenkumham Nomor 49 Tahun 2019 tentang Tata Cara Permohonan Grasi, Jokowi memberikan grasi dengan alasan kepentingan kemanusiaan.

Selain itu, kata Ade, usia Annas sudah masuk kategori uzur, yakni menginjak 78 tahun. Dalam peraturan tersebut, pemohon dapat mengajukan grasi jika sudah mencapai umur 70 tahun ke atas.

Terlebih berdasarkan pasal 6A ayat 1 dan 2, UU Nomor 5 Tahun 2010, demi kepentingan kemanusiaan, Menteri Hukum dan HAM berwenang meneliti dan melaksanakan proses pengajuan grasi tersebut.

"Selanjutnya presiden dapat memberikan grasi setelah memperhatikan pertimbangan hukum tertulis dari Mahkamah Agung dan Menteri Hukum dan HAM," Ade menjelaskan.

Annas diketahui dihukum 7 tahun pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman itu bertambah 1 tahun dari vonis Pengadilan Tipikor Bandung pada 24 Juni 2015.

Annas dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Ia menerima suap Rp 500 juta dari pengusaha Gulat Medali Emas Manurung yang saat itu menjabat Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia.

Suap dari Gulat dimaksudkan agar Annas memasukkan revisi kawasan hutan meskipun lahan yang diajukan bukan termasuk rekomendasi tim terpadu.

Dengan grasi yang diberikan Jokowi, hukuman Annas dikurangi setahun, dari semula 7 tahun menjadi 6 tahun. Dengan grasi ini, Annas akan menghirup udara bebas pada 3 Oktober 2020 dari semula 3 Oktober 2021. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top