Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan Penyuapnya Dicekal

publicanews - berita politik & hukumBupati Solok Selatan 2016-2021 Muzni Zakaria. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan surat pencegahan keluar negeri terhadap Bupati Solok Selatan Murni Zakaria dan swasta Muhammad Yamin Kahar.

"KPK mengirimkan surat ke Imigrasi tentang pelarangan ke luar negeri terhadap 2 orang tersangka dalam kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Solok Selatan, yaitu MZ dan MYK," ujar Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (19/11).

Febri mengatakan pencegahan berlaku hingga enam bulan ke depan, terhitung sejak 8 November 2019.

KPK menduga Bupati Muzni menerima suap dari rekanan penggarap kedua proyek tersebut, yakni pemilik Dempo Group atau PT Dempo Bangun Bersama Muhammad Yamin Kabar.

Dari anggaran yang disiapkan pada Dinas PU Solok Selatan sebesar Rp 27 miliar, pembangunan kembali Jembatan Ambayan mendapat porsi paling besar, yakni Rp 17 miliar. Sisanya untuk pembangunan Masjid Agung Solok Selatan.

Muzni diduga menerima suap Rp 460 juta dalam proyek pembangunan kembali Jembatan Ambayan yang ambrol akibat banjir itu. Sedangkan untuk proyek pembangunan Masjid Agung, tersangka Yamin Kabar memberi Rp 315 juta kepada sejumlah bawahan Muzni.

Dalam proses penyelidikan, Bupati Muzni telah menyerahkan uang Rp 440 juta kepada KPK. Uang tersebut diduga menjadi bagian dari barang bukti.

Muzni sebagai pihak penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top