Kata Kejagung Soal Korban Ikhlaskan Aset First Travel untuk Negara

publicanews - berita politik & hukumPemilik First Travel Andika Surachman (kiri), Anniesa Hasibuan (tengah), dan Kiki Hasibuan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, 19 Februari 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan akan mengembalikan uang jemaah korban penipuan agen umrah dan haji First Travel. Sebelumnya, viral pernyataan Kajari Depok Yudi Triadi agar para korban merelakan aset First Travel disita untuk negara.

Kapuspenkum Kejagung Mukri mengatakan, saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok sedang berkoordinasi terkait upaya hukum selanjutnya yang akan diambil jaksa.

"Kita akan kaji seperti apa, (hal itu) menjadi atensi pimpinan," kata Mukri di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Sementara itu, Yudi menjelaskan kembali mengenai keputusan inkrah Mahkamah Agung mengenai seluruh harta Fist Travel diserahkan kepada negara. Menurutnya, Kejari tidak akan melelang aset pasangan suami istri pemilik Frist Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

"Terhadap barang bukti yang masih dalam proses gugatan kita akan pending eksekusi," ia menjelaskan.

Sebelumnya, Yudi mengatakan bunyi putusan MA menyebutkan barang dirampas untuk negara sehingga otomatis uang hasil lelang masuk ke kas negara karena terjadi tindak pencucian uang.

"Nanti saya bilang sama korban-korbannya itu bersedekahlah enggak papa. Kalau dia sudah niat, dia sudah niat umroh, diakalin, itu sama dicatat tuh. Kita itu kalau kita di agama Islam. Setahu saya mungkin ikhlaskan saja, sudah negara kan nanti dipakai untuk kemaslahan umat di bawahanya," kata Yudi.

Pernyataan Yudi ini menyulut protes korban calon jemaah umrah yang masih berharap uang yang disetor bisa dikembalikan dengan memperjualkan aset First Travel.

Tercatat ada 63.310 calon jemaah korban biro umrah bodong tersebut. Kerugian mereka mencapai Rp 905.333.000.000. First Travel menawarkan paket umrah promo 2017 dengan harga Rp 14,3 juta, paket umrah reguler Rp 26,6 juta, serta paket deluxe dan paket VIP yang harganya Rp 54 juta per orang.

Pengadilan Negeri Depok pada 30 Mei 2018 menghukum Andika dengan 20 tahun penjara dan Anniesa 18 tahun. MA pada Jumat (15/11) memperkuat hukuman tersebut dan kewajiban membayar denda Rp 10 miliar. Sementara set perusahaan dirampas untuk negara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top