Eks Mendagri Gamawan Fauzi Kembali Diperiksa Untuk Kasus IPDN

publicanews - berita politik & hukumMantan Mendagri Gamawan Fauzi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, 8 Januari 2019. (Foro: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi kembali dimintai keterangan KPK dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Kampus IPDN. Gamawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kemendagri Dudy Jocom.

KPK juga memanggil staf PT Hutama Karya Hari Prasojo juga dipanggil KPK.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/11).

Pada 8 Januari 2019 lalu, Gamawan juga pernah dipanggil, saat itu ia mengatakantidak ikut meneken pembangunan IPDN di Rokan Hilir, Riau. Kewenangan pembangunan diserahkan pada Sekretaris Jendral karena nilai proyek tidak besar.

Selain di Riau, Dudy juga terjerat proyek pembangunan kampus IPDN di Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam kasus ini Dudy menjadi tersangka bersama Kepala Divisi Gedung PT Waskita Karya Adi Wibowo. Sementara untuk pembangunan IPDN di Sulawesi Utara, ia tersangka bersama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko.

Empat Bos Perusahaan Dipanggil Untuk Dudy Jocom

Pada 2010, Dudy diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk memberitahukan akan ada proyek pembangunan kampus IPDN. Diduga sebelum lelang telah disepakati Waskita Karya mengerjakan proyek di Sulsel dan Adhi Karya menggarap di Sulut.

Nilai proyek di Sulawesi Selatan sekitar Rp 11,18 miliar dan Kampus IPDN di Sulawesi Utara sekitar Rp 9,378 miliar.

Dudy dan kawan-kawan meminta fee 7 persen. Pada September 2011, pemenang lelang dltetapkan, kemudian Dudy dan kontraktor menandatangani kontrak proyek.

Pada Desember 2011, meskipun pekerjaan belum selesai, Dudy meminta pembuatan berita serah terima pekerjaan 100 persen untuk kedua proyek IPDN tersebut. Tujuannya agar dana dapat dibayarkan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top