Pemeriksaan Lukman Terkait Dana Haji dan Gratifikasi

publicanews - berita politik & hukumLukman Hakim Saifuddin seusai diperiksa dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag 23 Mei 2019. Saat itu ia masih Menteri Agama. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemeriksaan KPK terhadap mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk mengklarifikasi soal pengelolaan haji dan dugaan gratifikasi. Kasus ini dalam proses penyelidikan KPK.

Seusai pemeriksaannya, Jumat (15/11) petang, Lukman mengakui ditanya tentang kasus yang tengah diselidiki KPK saat ia masih menteri. "Saya hadir untuk memenuhi undangan tersebut, untuk memberikan keterangan terkait proses penyelidikan dimaksud," ujar Lukman di depan lobi Gedung KPK, Jakarta.

Namun Lukman enggan membeberkan materi pertanyaan penyidik dengan alasan tidak etis dan tidak pada tempatnya. "Silakan rekan-rekan media menanyakan langsung ke KPK karena ini sudah proses hukum, sudah materi hukum. Tentu sekali lagi saya harus menghormati institusi penegak hukum seperti KPK ini, untuk tidak membawa materi-materi hukum ke ranah publik," katanya.

Menurut Jubir KPK Febri Diansyah, pemeriksaan Lukman untuk mengklarifikasi dana pengelolaan haji saat ia menjabat Menteri Agama dan dugaan penerimaan gratifikasi.

"Terkait pengelolaan haji di Kementerian Agama dan dugaan penerimaan gratifikasi," ujar Febri Diansyah di Gedung KPK.

Febri menambahkan, proses ini merupakan lanjutan dari permintaan keterangan Lukman pada 22 Mei 2019 lalu. Lukman saat itu masih menjabat sebagai Menteri Agama.

"Ini kebutuhan lanjutan. Sebelumnya saat menjadi Menteri Agama pernah kami panggil untuk klarifikasi," Febri menambahkan.

Febri enggan merinci kasusnya karena masih dalam proses penyelidikan. Intinya adalah terkait dengan pelaksanaan tugas dan kewenangan di Kemenag. "Sebelumnya pernah kami sampaikan terkait dengan penyelenggaraan haji dan juga dugaan penerimaan gratifikasi di Kementerian Agama. Baru dua poin itu yang bisa kami sampaikan," katanya.

"Nanti kita lihat lebih lanjut ya, tidak mungkin saya jelaskan sekarang gratifikasinya terkait apa. Ini masih terus kami klarifikasi, ada beberapa orang juga yang perlu kami minta keterangan," ujarnya. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top